Logo

Profil Kota

 

Profil Kota Banjarmasin 

 

 

 

Profil Pembangunan Kota Banjarmasin

Banjarmasin berdiri sejak 489 tahun yang lalu. Terangkai dalam sejarah yang panjang, Banjarmasin dulu bernama bandarmasih yang diambil dari nama seorang patih, yaitu patih Masih. Merupakan kepala kampung Banjar yang berada dibagian utara muara sungai Kuin. Patih Masih sangat berjasa dalam mendirikan kerajaan Banjar. Dia bersama patih lainnya mengangkat pangeran Samudra menjadi raja Banjar. Secara resmi Banjarmasin berdiri pada tanggal 24 september tahun 1526 ketika kerajaan Banjar yang dipimpin pangeran Samudra memenangkan pertempuran dengan kerajaan Daha atas bantuan kerajaan Demak, pada saat itu pula pangeran Samudra memeluk agama Islam dan berganti nama menjadi Sultan Suriansyah. Itulah masa permulaan kota Banjarmasin.

Banjarmasin berada beberapa centimeter dibawah permukaan laut. Kota ini terbelah oleh aliran sungai Martapura dan berada ditepian sungai barito, juga dikelilingi oleh puluhan sungai kecil sehingga Banjarmasin juga terkenal dengan sebutan kota Seribu Sungai. Bagi warga Banjarmasin, sungai telah menjadi sahabat sejak jaman nenek moyang, Sungai tidak hanya sebagai pemenuhan air bersih tetapi juga menjadi pembentuk sistem kebudayaan dan peradaban. Banjarmasin sebagai kota sungai adalah pintu gerbang ekonomi Kalimantan, saat ini Indonesia belum memiliki satupun kota sungai. Sungai dibanjarmasin adalah sebuah anugrah yang terindah yang patut disyukuri dan dikelola dengan sebaik-baiknya.

Luas kota Banjarmasin hanya sekitar 98,46 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 800 ribu jiwa. Wilayah kota Banjarmasin terdiri dari 5 kecamatan, yaitu kecamatan Banjarmasin Barat, kecamatan Banjarmasin Tengah, kecamatan Banjarmasin Timur, kecamatan Banjarmasin Utara dan kecamatan Banjarmasin Selatan. Setiap kecamatan memiliki keunggulan. Kecamatan Banjarmasin Selatan dipusatkan sebagai pusat pertanian dan ekonomi terpadu, kecamatan Banjarmasin Tengah difokuskan untuk zona pendidikan dan destinasi wisata, kecamatan Banjarmasin Utara adalah zona pemukiman, sedangkan kecamatan Banjarmasin Timur diperuntukan untuk pengembangan ekonomi pertanian, dan kecamatan Banjarmasin Barat zona perdagangan dan industri. Meskipun memiliki luas wilayah yang paling kecil dibandingkan kabupaten kota di Kalimantan Selatan, namun secara geografis kota Banjarmasin menempati posisi yang sangat strategis, yaitu letaknya persis ditengah-tengah kepulauan Nusantara, sehingga menjadikan kota Banjarmasin sebagai ibu kota provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin juga menjadi wilayah perhubungan dan pertemuan antara provinsi di pulau Kalimantan, serta merupakan pintu gerbang arus barang dan jasa melalui pelabuhan, sehingga Banjarmasin juga dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa.

Masyarakat Banjarmasin juga terkenal ramah dan menerima siapa pun yang datang berkunjung dikota ini. Beragam suku agama berbaur, hidup dengan nyaman dan aman di kota Banjarmasin. Sebagai daerah yang multietnis, di Banjarmasin terdapat berbagai macam suku yang ada di Nusantara, diantaranya adalah suku Banjar, suku Dayak, suku Jawa, suku Batak, suku Bugis, suku Madura, suku Sunda, dan masih banyak lagi suku-suku yang ada dikota ini. Mereka berbaur membentuk panggung keragaman budaya dalam satu wadah ikatan antar suku dan agama. Dalam pagelaran seni yang menghadirkan keberagaman, kebersamaan, kerukunan yang bertekad untuk sama-sama menjaga dan memajukan kota Banjarmasin.

Banjarmasin juga ditunjang oleh sarana infrastruktur yang memadai. Sarana transportasi dikota ini juga beragam pilihan, membuat Banjarmasin tumbuh dan berkembang dengan cepat. Dari Banjarmasin menuju bandara Syamsudin Noor hanya berjarak sekitar 25 kilometer, perlu sekitar 30 menit untuk terhubung dengan transportasi udara.

Perekonomian di Banjarmasin terus bergerak maju. Bisnis perhotelan, kuliner dan bisnis lainnya berkembang dengan pesat. Kepesatan pertumbuhan itu terlihat jelas. Ketika awal tahun 2000 an, Hotel dibanjarmasin tidak sampai 10 buah, tetapi kini sudah puluhan hotel yang menghiasi kota Banjarmasin.

Kunjungan wisata juga semakin meningkat, apalagi dengan destinasi wisata yang baru, yaitu menara Pandang dan patung Bekantan yang berada ditepian sungai Martapura dan terletak ditengah kota Banjarmasin. Hal itu merupakan pemandangan yang eksotik menambah keindahan kota Banjarmasin.

Kemajuan Banjarmasin juga terwujud dalam penyelenggaraan pemerintahan, APBD Banjarmasin terus meningkat setiap tahunnya. Berbagai penghargaan telah diraih oleh kota ini, saat ini Banjarmasin termasuk kota yang berhasil dalam pengelolaan PBB perkotaan di Indonesia. Selain itu, kota ini juga mendapatkan penghargaan ditingkat asia tenggara, sebagai kota besar dengan penataan lingkungan berkelanjutan yang berindikator pengelolaan air bersih terbaik.